Browse >> Home >

| Subcribe via RSS

Listrik

December 24th, 2007 | 46 Comments | Posted in Renungan, Teknologi

Pembangkit ListrikSAYA termasuk generasi yang lahir tahun 70-an, dimana pada saat itu yang namanya listrik masih merupakan barang mewah karena tidak setiap rumah bisa memilikinya menikmatinya. Meskipun kami dulu tinggal diperkotaan tetapi listrik kami masih menumpang tetangga. Tetangga yang abunemen kami membayar separuhnya begitu seterusnya tiap bulan sampai akhirnya rumah kami bisa memiliki listrik sendiri.

Yang lebih parah lagi adalah didesa tempat Mbah saya tinggal, didesa yang letaknya tidak jauh dari PLTA Sutami (bendungan Karang Kates) malah sama sekali tidak ada aliran listrik. Jika liburan sekolah tiba kami bermalam dirumah Mbah. Suasana pedesaan tanpa listrik begitu kentara diwaktu malam tiba. Belum juga jam 8 malam tetapi suasana terasa sepi dan hening, hanya suara jangkrik yang saling bersautan. Tak ada suara musik dangdut yang terdengar dari televisi karena memang tidak ada televisi, lamat-lamat yang terdengar adalah siaran wayang kulit dari RRI di radio transitor milik Mbah Kakung.

Sekarang listrik itu telah ada di desa Jambuwer Kabupaten Malang tempat tinggal Simbah saya. Taraf kehidupan juga cenderung lebih baik sangat kontras dengan jaman kecil saya dulu. Rumah-rumah didesa itu sekarang telah terang oleh cahaya lampu neon bukan lampu petromak lagi. Mereka juga sudah menikmati siaran televisi meskipun dari parabola, karena didaerah pegunungan pemancar televisi tidak bisa menjangkau desa tempat Simbah tinggal. Listrik betul-betul membawa berkah bagi desa, yang sebelumnya bisa dikatakan tertinggal sekarang jadi tambah maju.

Sekarang hampir semua rumah dipenjuru dunia telah bisa menikmati listrik. Bahkan manusia sekarang sudah tidak bisa terlepas akan kebutuhannya dengan yang namanya listrik. Segala peralatan peradapan bumi sudah tergantung dengan listrik. Saat postingan ini dibacapun anda sedang menggunakan listrik. Listrik, ya.. saat ini kita benar-benar telah mempunyai ketergantungan dengannya. Entah nanti… apakah anak cucu kita masih bisa menikmatinya? Karena menurut yang saya baca sumber energi yang dibutuhkan untuk membangkitkan listrik ini berangsur-angsur akan segera habis kalau tidak ada sumber energi alternatif yang lain.

Seperti yang sering kita dengar dari iklan layanan masyarakat:

Nyalakan seperlunya, matikan Selebihnya. Listrik untuk kehidupan yang lebih baik.

*Gambar diatas adalah Proyek Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) Lahendong-2 yang telah berhasil menyelesaikan reliability test run pada pertengahan bulan Juni 2007 dan telah diserahterimakan kepada PT PLN pada tanggal 19 Juni 2007.

Tags: ,