Browse >> Home > Archive by category 'Keluarga'

| Subcribe via RSS

Bidadari Kecilku Umur 1 Bulan

September 29th, 2007 | 5 Comments | Posted in Keluarga
APA kabar bidadari kecilku? Sudah sebulan lho umurmu. Dari hari ke hari semakin ndut aja pipimu. Yang bisa kudengar dari HP ini hanyalah suara tangismu yang minta susu karena kehausan. Semoga bundamu semakin sigap memberikanmu ASI. Terima kasih bunda karena telah menjaga para bidadari kecilku, terutama karena si kecil yang kerap membangunkanmu tatkala kehausan dimalam hari.

Sekarang bidadari kecil sudah berumur 1 bulan, semoga tambah sehat dan semakin pintar. Dua minggu lagi ayah pulang, sudah tidak sabar hati ini segera melihat dan menimangmu. Jangan kawatir nanti ayah akan menyanyikan lagu kesukaanmu.

I love you bidadari kecilku.

Ajarkanlah Cinta dan Kasih Sayang

September 24th, 2007 | 9 Comments | Posted in Keluarga, Pendidikan

MASIH teringat benar di benakku ketika pertama kali melafalkan kalimat adzan ditelinga bidadari kecilku, sampai tak kuasa mataku berkaca-kaca dan hasilnya kalimat yang terucapun serasa piluh bahkan hampir tak sanggup aku menyelesaikan kalimatnya.Ya, begitulah rasanya meskipun sudah pernah ku lafalkan kepada bidadari kecil pertamaku 7 tahun silam tetapi tetap saja terulang lagi kepada bidadari kecilku yang kedua ini. Aku tak sanggup menatap mata kecilnya yang masih suci yang tidak tahu menahu kenapa dia terlahir didunia ini. Dia terlahir tanpa mengenal keburukan, anak-anak terlahir kedunia dalam keadaan merdeka, kitalah para orang tua yang harus bertanggung jawab penuh pada proses pendidikan anak ini.

Disini aku tidak akan bicara terlalu banyak tentang pola pendidikan kepada anak. Karena diluar sana sudah banyak para ahli yang menguasai betul bagaimana cara mendidik anak secara benar. Yang terpenting bagi kita orang tua bisa mengajarkan dia dengan cinta dan kasih sayang. Hubungan cinta kasih dalam keluarga tidak sebatas perasaan, tetapi juga menyangkut pemeliharaan, rasa tanggung jawab, perhatian, pemahaman, respek, dan keinginan menumbuhkembangkan anak yang kita cintai.

Rasanya kurang lengkap kalau saya tidak mengutip tulisannya Dorothy Law Nolte sebagai berikut :

Jika anak dibesarkan dangan celaan, ia belajar memaki.
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi.
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri.
Jika anak dibesarkan dengan hinaan, ia belajar menyesali diri.
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri.
Jika anak belajar dengan dorongan, ia belajar percaya diri.
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai.
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.

Mudah-mudahan kita bisa menjadi orang tua yang mampu mendidik dan membimbing anak-anak dengan baik, yang diliputi cinta dan kasih sayang.

Antara Malang dan Jakarta

September 18th, 2007 | 2 Comments | Posted in Keluarga

MEMANG berat juga kalau dirasakan, tetapi mau bagaimana lagi. Dunia musti berputar suatu saat pasti akan tiba saatnya aku dan keluarga bisa segera berkumpul. Antara Malang dan Jakarta serasa dekat kok kalau kita bisa tetap menjaga komunikasi dengan lancar.

Hubungan jarak jauh ini musti disiasati dengan mencari sarana komunikasi yang murah dan pastinya tidak membuat kantong tambah “bolong”. Saat ini aku masih percayakan komunikasi SLJJ ini ke pada FREN, tahu kan produknya Mobile-8. Karena saat inilah satu satunya provider telekomunikasi yang bisa memberikan kita solusi komunikasi termurah untuk bicara 1 sampai 2 jam.

Yang membuat aku kecewa saat ini adalah service FREN tambah menurun saja. Kemungkinan terjadinya drop call sangat sering terjadi bahkan seringkali belum sampai 2 menit sudah drop call, padahal signal bagus dan cuaca gak ada masalah. Apakah ini masalah overload network ataukah kelicikan provider yang memaksa menendang kita dari jaringannya karena telalu lama menduduki pita frekuensinya? Who know? Yang jelas semakin lama aku semakin bertambah kesal dengan ketidak lancaran komunikasi yang terjadi akhir-akhir ini.

Semoga ada solusi terbaik untuk menyiasati komunikasi kami, syukur-syukur ada provider lain yang mempunyai kebijakan tarif murah seperti FREN dengan jaminan minim call drop.

Selamat Datang ke Dunia…. Bidadari Kecilku

September 11th, 2007 | 13 Comments | Posted in Keluarga

TEGANG… itu yang kurasakan pada hari selasa 28 Agustus 2007 saat istriku harus masuk rumah sakit karena terjadinya gangguan kehamilan. Memang sebenarnya gangguan ini sudah terdeteksi sebelumnya dan sudah diberikan obat-obatan agar kehamilan bisa normal kembali tanpa gangguan. Ternyata pada saat kontrol berikutnya tanggal 27 Agustus 2007 di RST. Soepraoen Malang gangguan kehamilan yang biasa dikenal dengan pre-eclampsia ini belum juga menunjukkan tanda-tanda normal, malahan cenderung semakin meningkat.

Sekedar sahabat ketahui pre-eclampsia adalah gangguan kehamilan yang biasanya terjadi pada saat usia kehamilan memasuki 20 minggu atau separuh masa kehamilan. Pre-eclampsia ditandai dengan adanya tensi darah yang tinggi yang tidak seperti wajarnya, kemudian ciri yang lain terjadinya pembengkakan di sekujur tubuh biasanya yang paling kelihatan adalah terjadi pembengkakan di kaki yang tidak wajar, kemudian ciri terakhir bisa melalui cek urine jika terdapat protein di urine maka sudah dipastikan bahwa terjadi kelainan kehamilan atau pre-eclampsia. Resiko gangguan ini jika tidak segera diobati maka bisa menyebabkan kejang-kejang pada si Ibu atau si bayi pada saat persalinan.

Kembali lagi ke masalah istri saya yang harus Opname di rumah sakit karena gangguan kehamilan ini. Pada hari rabu tanggal 29 Agustus 2007 setelah perawatan sehari di rumah sakit kami dikejutkan dengan berita bahwa istri saya musti operasi caesar karena dikawatirkan si janin merasa stress karena kondisi ibunya yang tidak kunjung sembuh, itu ditandai dengan sering terjadinya kontraksi yang menurut dokter memang sudah harus dilakukan caesar secepatnya karena usia kandungan siibu dirasa sudah cukup.

Tanggal 29 Agustus 2007 jam 9.30 WIB istriku sudah bersiap untuk operasi setelah puasa tidak makan mulai jam 10 malam sehari sebelumnya. Aku masih sempat mendampinginya sampai pintu kamar operasi karena memang kita tidak diperbolehkan mendampingi di dalam kamar operasi. Jadilah aku menunggu dengan cemas diluar kamar operasi sambil terus memanjatkan doa agar operasi berjalan lancar tanpa kendala dan berharap istri dan bayiku dilahirkan dengan selamat. Jam 10.05 WIB sayup sayup kudengar suara tangis bayi dari dalam ruang operasi, kupanjatkan syukur karena bayiku telah lahir. Lima menit kemudian bayiku sudah keluar dari ruang operasi digendong oleh seorang perawat dan mengatakan kalau bayiku lahir dengan selamat dan berjenis kelamin perempuan. Sekali lagi kuucapkan Alhamdulillah hirobbilalamin. Bidadari kecilku lahir dengan berat 3.150 Kg dengan panjang 50 cm. Sesaat kemudian istriku juga keluar dengan selamat dari ruang operasi, kupanjatkan syukur lagi karena akhirnya istri dan anakku selamat.