Wisata "Negeri Sejuta Apel" (1)
Kejutan pertama kali adalah waktu kami melewati jalan tol Surabaya-Gempol, saat memasuki ruas tol Porong kami telah mendapatkan pemandangan tanggul raksasa disebelah kanan dan kiri jalan. Saat itu ruas tol Porong masih bisa dilalui kendaraan meskipun bekas-bekas luberan lumpur lapindo masih tampak membekas setelah sempat meluber gara-gara tanggul jebol.
Perjalanan dilanjutkan ke kota Malang “Negeri Sejuta Apel” untuk mengunjungai Kusuma Agrowisata Batu. Di ini kita diperbolehkan memetik Apel langsung dari pohonnya. Bukan hanya apel saja yang ada di hamparan wisata agro seluas 10 hektar ini tetapi aneka buah segar siap diunduh macam jeruk dan strawberry. Para pengunjung juga ‘dimanjakan’ dengan melihat tingkah polah kera yang lucu, kijang, kanguru, burung onta, dan hewan lainnya di kebun binatang mini yang berada di kompleks perkebunan ini.
Kami tidak rugi berkunjung ke objek wisata andalan Pemda Jawa Timur (Jatim) ini sebab fasilitas yang diberikan pengelola serba komplet. Bisa makan buah apel langsung memetik dari pohonnya, atau bersantap makanan dengan menu serba buah apel.
Untuk berkunjung di lokasi Kusuma Agrowisata yang terletak di Desa Ngaglik, Kecamatan Batu, Kotatif Batu, Malang, Jatim, itu, memang tidak terlalu sulit. Dari arah selatan Kota Surabaya, lokasi yang berjarak sekitar 90 km ini, bisa ditempuh dengan perjalanan sekitar satu jam. Objek wisata berhawa sejuk dengan suhu 15-25 derajat celcius (musim kemarau) atau 20-30 derajat celcius (musim hujan). Ini, lantaran lokasi agrowisata tersebut diapit Gunung Arjuna, Panderaman, serta Gunung Anjasmara.
Untuk bisa berkeliling sembari metik sendiri buah apel di kebun langsung, para pengunjung cukup membayar karcis masuk Rp 15.000 per kepala. Dengan ongkos itu para pengunjung masih mendapat pelayanan welcome drink berupa minuman jus yang terbuat dari buah apel.
Buah apel yang dipetik sendiri itu hanya boleh disantap di tempat. Bila pengunjung ingin membawa pulang sebagai buah tangan atau oleh-oleh, bisa membeli dengan harga murah. Untuk jenis apel Wangli yang berasa manis dengan warna hijau kemerah-merahan misalnya, pengunjung cukup mengeluarkan kocek Rp 8.000/kg. Juga untuk buah apel Manalagi dan Anna, hanya cukup membayar Rp 8.500/kg.
Berkunjung di Kusuma Agrowisata dijamin menyenangkan. Promosi tersebut sepertinya memang tidak berlebihan, sebab objek wisata ini pada hari-hari biasa, rata-rata tak kurang 30-an wisatawan, baik lokal maupun mancanegara ke tempat ini. Khusus pada Sabtu dan Minggu pengunjung bisa mencapai 300 sampai 500 orang. Namun bila hari-hari besar atau liburan sekolah, pengunjung bisa mencapai 10.000 hingga 15.000 orang.
Puas jalan-jalan di Malang “Negeri Sejuta Apel” perjalanan kami lanjutkan ke wisata utama tujuan kami Gunung Bromo. Dari Malang kami mengarah ke Probolinggo melewati Pasuruan. Dan sebelum memasuki kota Probolinggo kami berbelok melewati Tongas jalan terpintas menuju Bromo. Sampai akhirnya kami tiba di penginapan yang telah kami booking Grand Bromo Hotel di desa Sukapura. Benar-benar perjalanan seharian yang melelahkan. (Bersambung).
NB:
1. Sengaja tulisan ini dibagi menjadi 2 seri agar pembaca tidak bosen.
2. Tulisan perjalanan wisata ini diharapkan dapat memberi gambaran kepada calon pelancong yang merencanakan perjalanannya ke kota Malang “Negeri Sejuta Apel”
3. Data geografis dan pendukung teknis lainnya didapat dari berbagai sumber.






Hmm… Coba foto yg di Porong itu ada lagi mas…
Pingin tau seperti apa keadaannya sekarang…
~ Halah, OOT dari judul…
hoho, mana nih blogger Malang?? kopdar bareng Mas Totok
wah malang memang kota sejuta apel… enyak2 apelnya… kalau mampir surabaya harus bawa apel mas.. hehe
@praditya: sekarang jalan yg saya lewati dulu telah menjadi sejarah
@rd limosin: lha kopdarannya malah di jakarta ini
@anang: mengko tak gawakke sakarung yo
Contoh citizen journalisme yang baik lagi inih… Jadi ngga perlu berlangganan majalah tentang pariwisata…
mas totok punya foto2nya pas jalan2 ini nggak? saya pengen tau seperti apa itu jebolnya tanggul itu.
kapan saya bisa wisata ke kota sejuta apel itu
ndak mampir renang di kolam lumpur mas?
dah lama pengin ke malang, tapi kapan yah??
waaaa apel ijo
mau mau mau
*ngiler
Wah ke Malang ya? Sebenarnya banyak banget tempat wisata di Malang & sekitarnya lho mas selain Kusuma Agrowisata. Selecta, Jatim Park, Air terjun coban rondo, Taman Safari Prigen, Kebun Teh apa tuh yg di deket Lawang, Candi Singosari, opo neh yo?
Batu Malang selalu jd fav-ku, enak banget udaranya dan tentu aja apelnya. tp slalu saja cuma Batu yg dikunjungi coz ga’ tau t4 wisata laen di Malang. dinas pariwisatanya harus lbh gencar lg bikin brosur buat promosiin t4 wisata laennya yg kabarnya uendah, ato ada bloger yg mo promosiin malang? (klo bisa skalian trayek angkutannya hehehehe byk maunya)
saya ga terlalu seneng ke bromo lewat probolinggo, kecuali pulangnya. 3 kali ke bromo, saya selalu lewat purwodadi atau pasuruan (opo ya…banyu biru atau apa nama daerahnya, lali rek)…
potone sing kurang mas…
@Toga: kan saling berbagi.. siapa tahu berguna
@FitriMohan: Pas di porong cuman foto2 sedikit soalnya mobil tidak boleh berhenti Di Tol ada pak pulisi yg menjaga
@aprikot: silahkan atur saja dgn biro perjalanan anda hehehe…
@tikabanget: *halah*
@kenny: sudah ada penerbangan langsung lho dari Jakarta ke Malang
@avank: tangkep nih *ngelempar apel*
@Ani: sebenernya masih banyak, tapi namanya juga menceritakan perjalanan wisata saya dulu hehehe… ntar saya coba ulas deh semua obyek wisata malang di edisi khusus ya
@ndahdien: siipp.. ayo blogger malang bantu donk promosiin malangnya
wekz… aku ndak suka apel! xP
tp kalo adikku diajak ke sana, pasti seneng dia!
kayaknya relatif murah, ya? xD
jadi pingin kapan2 jalan2 ke malang..:)
@hedi: kalo lewat purwodadi pasti lewat nongkojajar
@ario dipoyono: potone banyak di bromo
@nilla: murah mriah
@yolla elwin: sekalian kalo kemalang bisa mampir bromo
wah aku baru tau ..ternyata ada juga yah diindonesia wisata ke taman apel…
murah meriah pula …
ditunggu postingannya yg kegunung bromo..katanya indah banget yah disana??? aku belum pernah kesana..jd pengen
@ichaawe: yang ke bromo lebih seru ceritanya
anu mass.lebih aman lwt jalur selatan klo mau ke malang…lewat kediri trs ke timur….jd ga lewat porong..!!!
eh,ke porong jadi berenang ya..???
hehhehehhe
bisa cari info hotel di Bromo yang bagus dan layak ? cuaca sekarang sampai desember gimana ? mestinya hujan ? pengen ke sana hunting moto liburan desember ini..
bromo memang asyik buat honeymoon
di sini sih orang bisa metik apel di jalan2 gratis
Wahh terima kasih nih… jadi ada referensi pariwisata, kebetulan saya juga suka jalan-jalan ke tempat yang baru. Ntar dicoba ah kesana.. (dalam hati~ kapan yaaa….?)
@escoret: kalau dari surabaya praktis sudah lumpuh
@mas iman: Mungkin yang bagus sekarang tinggal Bromo Cottage lokasinya di Cemoro Lawang
@Ely Meyer: uenaak tenan.. lha wong disana duingiiin banget jeh
@AdityaWirawan: seepp tunggu episode berikutnya
Wah, nginep di Grand Bromo…, apa masih make fasilitas “FOC”, ha ha ha
*Dejavu Implementator*
@idiluam: aku mbayar cak, mung oleh discount akeh
pingin ke bromo blum kesampean juga