Browse >> Home > Archive: November 2007

| Subcribe via RSS

Jalan Bebas Hambatan

November 11th, 2007 | 35 Comments | Posted in Perjalanan
HARI-HARI belakangan ini pengguna jalan di Jakarta dipusingkan dengan semakin maraknya kemacetan dimana-mana. Tidak ada hari tanpa macet begitu kira-kira keluh para pengguna jalan. Usut punya usut ternyata eh ternyata kemacetan ini banyak disumbang oleh proyek busway yang sedang dikebut. Banyak pro dan kontra dengan adanya proyek ini, yang kontra bilang proyek ini biang keladi semakin ruwetnya lalu-lintas di ibukota sehingga semakin menimbulkan kemacetan yang semakin hebat. Sedangkan yang pro mengatakan bahwa kedepan jakarta harus mempunyai solusi moda transportasi masal yang dapat mengurai kemacetan, dan busway ini adalah salah satu solusinya. Kita memang hanya diminta bersabar saja sembari menunggu rampungnya proyek ini.
Kita tinggalkan sejenak keruwetan ibukota ini. Jumat kemarin (10/11) selepas kerja kami rombongan buruh ini melancong ke kota Bandung untuk sejenak melepas kepenatan dan idip-idip cuci mata begitu kira-kira judul acara refreshing kita. Kita sengaja mengambil rute melewati tol Cipularang (Cikampek-Purwakarta-Padalarang) dan fantastis tidak sampai dua jam kami sudah sampai di kota Bandung. Sepanjang perjalanan tidak henti-hentinya kami takjup dan terkesima dengan pemandangan yang disuguhkan oleh jalan tol sepanjang 41 Km ini. Bagaimana tidak heran kita yang hanya buruh ini kan jarang jalan-jalan jadi hanya mendengar saja cerita-cerita tentang jalan tol yang diresmikan pada 12 Juli 2005 dua tahun silam. Sepanjang kiri dan kanan kita disuguhi hamparan bukit dan lembah yang seakan-akan dibelah oleh jalan tol yang kita lewati. Terkadang saya bisa menyaksikan pemandangan jembatan kereta api yang tingginya mungkin sama dengan tower pemancar cellular atau bahkan lebih. Saya membayangkan bagaimana susahnya jalan ini dulu dibuat dan betapa banyaknya orang (baca: pekerja) yang terlibat didalamnya apalagi anggaran yang disedot oleh proyek ini pasti buanyuak (saking banyaknya).

Dampak dari pembangunan jalan tol ini memang beragam. Pada awalnya banyak pemilik warung dan restoran di sepanjang jalan alternatif Jakarta Badung ini mengeluh karena omset mereka turun drastis bahkan sampai ada yang gulung tikar karena banyak pengguna jalan yang dulu mampir di warung atau restorannya beralih lewat jalan tol sehingga tidak ada lagi yang menyambangi warungnya. Disisi lain faktor ekonomi yang lain akan terangkat ini ditandai semakin menjamurnya FO (Factory Outlet) di kota Bandung karena orang Jakarta banyak yang menghamburkan uang dengan belanja aneka baju dan pernak-pernik khas Bandung. Wisata kuliner juga semakin tumbuh bak jamur dimusim hujan. Ini semua berkat sumbangan dari arus transportasi yang semakin nyaman dan singkat untuk ditempuh. Lalu lintas barang dan jasa tentu saja juga ikut melejit seiring dengan baiknya sarana transportasi ini.

Cerita diatas sangatlah ironis dengan pengalaman salah satu teman yang setiap tahun pulang ke Palembang. Jangankan jalan tol bebas hambatan, jalan raya lintas Sumatera (Jalinsum) yang nota bene adalah jalan negara saja kondisinya sangat jauh dari rasa nyaman. Kalau sudah begitu bagaimana perekonomian bisa maju atau minimal bisa sejajar dengan pulau Jawa kalau sarana transportasi daratnya saja masih jelek. Ujung-ujungnya pasti adalah arus urbanisasi dari daerah semakin meningkat. Jadi jangan salahkan kami kalau kami berbondong-bondong mengadu nasib di Jakarta hanya untuk menghidupi anak istri kami di kampung. Atau janganlah mengusir kami secara tidak manusiawi lewat operasi yustisimu. Kalau sudah dengan acara usir mengusir secara paksa begitu apa bedanya dengan negara tetangga yang mengerahkan pasukan RELAnya untuk mensweping WNI dengan dalih pendatang ilegal. Halah kok malah curhat ya…

Semoga pembangunan jalan-jalan bebas hambatan di Pulau Jawa juga diikuti dengan pembangunan infrastruktur jalan di daerah-daerah yang lain supaya laju perekonomian daerah juga tidak semakin tertinggal dengan pulau Jawa.

Internet Murah Apakah Cuma Mimpi

November 5th, 2007 | 40 Comments | Posted in Teknologi
SETIAP kali kita mendengar ada berita internet murah pasti kita tertarik untuk menyimak dan mencari tahu benarkah berita itu, lalu dimana mencarinya, apakah kita bisa memakainya, dan sebagainya.. dan sebagainya. Ini menandakan bahwa kita memang sedang dalam masa haus akan teknologi informasi terutama internet.

Banyak situs-situs bisnis internet dan afiliasinya yang menawarkan internet murah bahkan gratis. Tetapi anda harus berhati-hati dengan penawaran ini karena yang dijual hanyalah informasi bagaimana internet gratis itu dapat diperoleh. Jadi tidak ada jaminan pasti sampai kapan internet gratis itu bisa dipakai karena cara yang dipakai berbau sedikit ilegal. Ada juga tawaran internet murah yang berafiliasi dengan operator selular terkemuka dengan sistem prabayar. Semua tawaran tersebut harus dipertimbangkan dan harus dicek lagi kebenarannya jangan sampai kita membeli kucing dalam karung.

Tawaran internet murah yang paling menarik saat ini adalah dari penyelenggara televisi kabel yaitu First Media. Banyak dari teman saya yang memberikan kesaksiannya tentang layanan dari first media ini. Mereka rata-rata merasa puas dengan kecepatan dan harga yang diberikan. Namun sayangnya layanan ini terbatas hanya bisa dinikmati dalam wilayah cakupan televisi kabel itu sendiri. Jadi jangan harap menikmati internet murah ini kalau rumah anda belum dijangkau oleh televisi kabel ini.

Sebenarnya masih banyak kok layanan internet lain yang lebih mobile. Layanan ini diselenggarakan oleh operator selular dengan memanfaatkan jaringan GSM atau CDMA. Namun lagi-lagi tebentur kepada harga yang kurang cocok dikantong karena sistem perhitungannya masih menganut volume base atau time base. Padahal kita tahu kalau sudah asyik blogwalking lalu ninggalin komentar dimana-mana pasti yang namanya bandwidth sudah tidak terkontrol lagi. Lha kalau sudah seperti ini pasti tagihan telpon kita yang meledak dan akhirnya urusan ngeblog jadi gak asyik lagi.

Jadi mungkinkah nantinya kita bisa menikmati internet sejam hanya Rp. 1000 atau hanya membayar Rp. 99.000 untuk akses tanpa batasan? Semuanya berpulang kepada regulator ataupun keberpihakan pemerintah kepada rakyatnya.

Credit picture to www.brownpride.us

Slip Gaji

November 2nd, 2007 | 37 Comments | Posted in Anekaria

FANTASTIS.. itulah kata yang pas buat menggambarkan betapa banyak duit yang diterima setiap bulan oleh seorang pemain sepakbola sekelas John Arne Riise. Liverpool sebagai klub dimana Riise merumput tentu saja kebakaran jenggot. Data perusahaan yang seharusnya sangat confidential malah bocor dan bertebaran di internet. Dari slip gaji bulanan yang entah dari mana asalnya pertama kali itu mengungkapkan bahwa pemain sayap kiri Liverpool ini di gaji 139.634 pounds atau Rp. 2.619.545.471,- (1 Pounds = Rp. 18.760,-) perbulan.

Dari rincian tersebut juga dicantumkan bahwa penghasilan setelah di potong pajak dan lain-lain maka total gaji yang dibawah pulang (take home pay) oleh pemain asal Norwegia ini sebesar 82.413 pounds atau Rp. 1.546.080.449,- perbulan. Wow… fantastis bukan? Bagaimana dengan gaji pemain bola di Indonesia adakah yang punya bocorannya?

Sssssttt…. bocorannya diperoleh dari sini.