Jalan Bebas Hambatan
Dampak dari pembangunan jalan tol ini memang beragam. Pada awalnya banyak pemilik warung dan restoran di sepanjang jalan alternatif Jakarta Badung ini mengeluh karena omset mereka turun drastis bahkan sampai ada yang gulung tikar karena banyak pengguna jalan yang dulu mampir di warung atau restorannya beralih lewat jalan tol sehingga tidak ada lagi yang menyambangi warungnya. Disisi lain faktor ekonomi yang lain akan terangkat ini ditandai semakin menjamurnya FO (Factory Outlet) di kota Bandung karena orang Jakarta banyak yang menghamburkan uang dengan belanja aneka baju dan pernak-pernik khas Bandung. Wisata kuliner juga semakin tumbuh bak jamur dimusim hujan. Ini semua berkat sumbangan dari arus transportasi yang semakin nyaman dan singkat untuk ditempuh. Lalu lintas barang dan jasa tentu saja juga ikut melejit seiring dengan baiknya sarana transportasi ini.
Cerita diatas sangatlah ironis dengan pengalaman salah satu teman yang setiap tahun pulang ke Palembang. Jangankan jalan tol bebas hambatan, jalan raya lintas Sumatera (Jalinsum) yang nota bene adalah jalan negara saja kondisinya sangat jauh dari rasa nyaman. Kalau sudah begitu bagaimana perekonomian bisa maju atau minimal bisa sejajar dengan pulau Jawa kalau sarana transportasi daratnya saja masih jelek. Ujung-ujungnya pasti adalah arus urbanisasi dari daerah semakin meningkat. Jadi jangan salahkan kami kalau kami berbondong-bondong mengadu nasib di Jakarta hanya untuk menghidupi anak istri kami di kampung. Atau janganlah mengusir kami secara tidak manusiawi lewat operasi yustisimu. Kalau sudah dengan acara usir mengusir secara paksa begitu apa bedanya dengan negara tetangga yang mengerahkan pasukan RELAnya untuk mensweping WNI dengan dalih pendatang ilegal. Halah kok malah curhat ya…
Semoga pembangunan jalan-jalan bebas hambatan di Pulau Jawa juga diikuti dengan pembangunan infrastruktur jalan di daerah-daerah yang lain supaya laju perekonomian daerah juga tidak semakin tertinggal dengan pulau Jawa.








