Browse >> Home > Archive: November 2007

| Subcribe via RSS

Wisata "Negeri Sejuta Apel" (1)

November 21st, 2007 | 31 Comments | Posted in Kuliner, Perjalanan
SETIAP tahun kami para buruh pabrik ini selalu membikin acara piknik mengunjungi tempat-tempat menarik untuk sekedar melepaskan kepenatan setelah bekerja keras setahun. Kebetulan waktu itu saya berhasil merayu juragan untuk mencoba melancong ke Jawa Timur. Bromo menjadi pilihan yang menarik karena kebanyakan dari rekan belum pernah mengunjungi Gunung Bromo. Persiapan segera disusun saya ditunjuk untuk mengatur tetekbengeknya mulai perjalanan, akomodasi sampai obyek wisata yang akan dikunjungi.

Jumat malam (27/7/2006) kami berangkat dari Jakarta menumpang kereta api Argo Bromo Anggrek tujuan Surabaya. Sabtu pagi sesampai di Stasiun Pasar Turi Surabaya kami telah ditunggu oleh Bus Pariwisata yang telah kami charter dari Jakarta untuk mengantarkan kami jalan-jalan selama dua hari itu.

Kejutan pertama kali adalah waktu kami melewati jalan tol Surabaya-Gempol, saat memasuki ruas tol Porong kami telah mendapatkan pemandangan tanggul raksasa disebelah kanan dan kiri jalan. Saat itu ruas tol Porong masih bisa dilalui kendaraan meskipun bekas-bekas luberan lumpur lapindo masih tampak membekas setelah sempat meluber gara-gara tanggul jebol.

Perjalanan dilanjutkan ke kota Malang “Negeri Sejuta Apel” untuk mengunjungai Kusuma Agrowisata Batu. Di ini kita diperbolehkan memetik Apel langsung dari pohonnya. Bukan hanya apel saja yang ada di hamparan wisata agro seluas 10 hektar ini tetapi aneka buah segar siap diunduh macam jeruk dan strawberry. Para pengunjung juga ‘dimanjakan’ dengan melihat tingkah polah kera yang lucu, kijang, kanguru, burung onta, dan hewan lainnya di kebun binatang mini yang berada di kompleks perkebunan ini.

Kami tidak rugi berkunjung ke objek wisata andalan Pemda Jawa Timur (Jatim) ini sebab fasilitas yang diberikan pengelola serba komplet. Bisa makan buah apel langsung memetik dari pohonnya, atau bersantap makanan dengan menu serba buah apel.

Untuk berkunjung di lokasi Kusuma Agrowisata yang terletak di Desa Ngaglik, Kecamatan Batu, Kotatif Batu, Malang, Jatim, itu, memang tidak terlalu sulit. Dari arah selatan Kota Surabaya, lokasi yang berjarak sekitar 90 km ini, bisa ditempuh dengan perjalanan sekitar satu jam. Objek wisata berhawa sejuk dengan suhu 15-25 derajat celcius (musim kemarau) atau 20-30 derajat celcius (musim hujan). Ini, lantaran lokasi agrowisata tersebut diapit Gunung Arjuna, Panderaman, serta Gunung Anjasmara.

Untuk bisa berkeliling sembari metik sendiri buah apel di kebun langsung, para pengunjung cukup membayar karcis masuk Rp 15.000 per kepala. Dengan ongkos itu para pengunjung masih mendapat pelayanan welcome drink berupa minuman jus yang terbuat dari buah apel.

Buah apel yang dipetik sendiri itu hanya boleh disantap di tempat. Bila pengunjung ingin membawa pulang sebagai buah tangan atau oleh-oleh, bisa membeli dengan harga murah. Untuk jenis apel Wangli yang berasa manis dengan warna hijau kemerah-merahan misalnya, pengunjung cukup mengeluarkan kocek Rp 8.000/kg. Juga untuk buah apel Manalagi dan Anna, hanya cukup membayar Rp 8.500/kg.

Berkunjung di Kusuma Agrowisata dijamin menyenangkan. Promosi tersebut sepertinya memang tidak berlebihan, sebab objek wisata ini pada hari-hari biasa, rata-rata tak kurang 30-an wisatawan, baik lokal maupun mancanegara ke tempat ini. Khusus pada Sabtu dan Minggu pengunjung bisa mencapai 300 sampai 500 orang. Namun bila hari-hari besar atau liburan sekolah, pengunjung bisa mencapai 10.000 hingga 15.000 orang.

Puas jalan-jalan di Malang “Negeri Sejuta Apel” perjalanan kami lanjutkan ke wisata utama tujuan kami Gunung Bromo. Dari Malang kami mengarah ke Probolinggo melewati Pasuruan. Dan sebelum memasuki kota Probolinggo kami berbelok melewati Tongas jalan terpintas menuju Bromo. Sampai akhirnya kami tiba di penginapan yang telah kami booking Grand Bromo Hotel di desa Sukapura. Benar-benar perjalanan seharian yang melelahkan. (Bersambung).

NB:
1. Sengaja tulisan ini dibagi menjadi 2 seri agar pembaca tidak bosen.
2. Tulisan perjalanan wisata ini diharapkan dapat memberi gambaran kepada calon pelancong yang merencanakan perjalanannya ke kota Malang “Negeri Sejuta Apel”
3. Data geografis dan pendukung teknis lainnya didapat dari berbagai sumber.

Jualan Laptop = Jualan Handphone

November 19th, 2007 | 32 Comments | Posted in Teknologi
MINGGU kemarin (19/11) saya menengok pameran komputer IndoComtech 2007 di JHCC - Senayan Jakarta. Sebenarnya hari itu lagi malas keluar rumah karena selain cuaca rada mendung pertanda mau hujan juga gak ada rencana mau beli komputer atau aksesori komputer yang lain. Tetapi saya penasaran barangkali saja ada yang bisa dilihat atau paling tidak bisa mengikuti perkembangan teknologi biar tidak ketinggalan begitu kira-kira.
Seperti biasa saya naik Busway dari terminal Blok M dan turun di halte Gelora Bung Karno. Dari halte Gelora Bung Karno sampai ke JHCC lumayan jauh dengan jalan kaki, tapi lumayan juga bisa sambil olah raga dan keringat. Sesampai di lokasi ternyata pengunjungnya sangat banyak sampai jalanpun susah, mungkin karena berbarengan dengan Book Fair di hall sebelah jadi suasana jadi seperti pasar senggol.

Tidak banyak yang baru yang dapat kita temui di sana, kecuali deretan toko komputer Mangga Dua yang pindah lokasi dan persaingan Principle Besar dalam menjajakan laptopnya semacam Acer, Toshiba, IBM dan masih banyak yang lain.

Yang paling rame pengunjung adalah stan Laptop. Disini jualan Laptop seperti jualan Handphone. Laris manis karena memang pada saat pameran ini selain harganya murah juga berbagai bonus ditawarkan di stan ini, dari bonus laser printer sampai boneka lucu. Stan Acer paling padat dikunjungi pembeli atau mereka yang hanya sekedar memeriksa spesifikasi dari laptop yang di pajang di pameran. Mungkin karena Acer adalah merek terkenal dan menawarkan paket yang menggiurkan makanya diserbu konsumen.

“Pak bisa dibantu pak… yang ini ada bonusnya lho pak, murah kok pak bisa dicicil lagi..” Demikian rayu perempuan-perempuan SPG seksi yang kostumnya futuristik seperti jas hujan dari plastik yang tembus pandang. Rupanya animo masyarakat sekarang cenderung untuk membeli Laptop daripada PC desktop karena harganya sekarang sudah lebih terjangkau dibandingkan dua atau tiga tahun kebelakang. Disamping itu pilihannya juga semakin banyak dari merek lokal yang murah meriah sampai merek ternama yang menawarkan fitur-fitur canggih.

Akhirnya saya tergoda juga untuk membeli Flash Disk 2 GB merek Kingston karena murah dan dapat hadiah T-shirt lagi, lumayan lah daripada pulang tidak membawa oleh-oleh. Oh ya saya juga mencoba ikut kompetisi merakit PC dan menginstall Windows Vista dan lumayan hasilnya ternyata gak jelek juga, juara ke 3 dapat t-shirt cantik dan multi card reader dari sponsor.

Akhirnya berasa pegel (cape’ deh) juga setelah mengelilingi hampir semua stan pameran dan mendapatkan semua brosurnya. Untuk mengakhiri kunjungan saya di JHCC dan mengobati kepenatan dikaki tidak lupa saya mampir ke Bakso Lapangan Tembak Senayan yang berlokasi tepat disebelah barat lokasi pameran ini untuk menyantap semangkuk Bakso dan menyeruput Es Teler favorit warung ini.

Blog Kaos Perlukah?

November 17th, 2007 | 26 Comments | Posted in Anekaria

Kaos Oblong

ADA ide dari Paman Tyo untuk membikin blog yang bercerita tentang kaos. Seperti halnya blognya Mas Djoko yang membahas tentang rokok dari segala penjuru negeri ini. Atau Blognya si Zam yang membahas khusus tentang wisata kuliner. Mumpung masih hangat dibicarakan blog saya kali ini juga ikutan memposting tentang kaos. Kebetulan saya juga punya kaos yang waktu saya beli 10 tahun yang lalu juga mengangkat tema aktual saat itu yaitu Korupsi Kolusi dan Nepotisme.

Kaos yang dimaksud disini adalah kaos yang mempunyai cerita dan mungkin saja membahas tema aktual saat itu. Dalam minggu ini saja saya sudah mengunjungi 2 blog yang kebetulan membahas tentang kaos, yang pertama tentu saja blognya Paman Tyo yang membahas gombal amoh atawa kaos lusuh dan yang kedua blognya Mas Iman yang mengangkat sindiran sinis “Saya Kapok Melancong Ke Malaysia”. Kaos-kaos tersebut sangat unik dan penuh pesan moral.Kalau anda tertarik membikin blog khusus kaos ini mungkin akan menjadi sangat berguna bagi dunia perkaos oblongan di Indonesia atau bahkan di dunia.

Ayo siapa yang mau bikin?

Buruh Juga Punya NPWP

November 15th, 2007 | 22 Comments | Posted in Anekaria
NPWP dulu bagi sebagian orang merupakan semacam identitas bahwa yang memilikinya pasti mempunyai sebuah usaha. Entah mempunyai Perusahaan (PT) atau yang sederhana ya pasti mengelolah sebuah CV. Mungkin karena untuk mendirikan CV seorang harus memiliki NPWP makanya dia mengajukan diri untuk mendapatkan Nomor Pokok Wajip Pajak ini.
Sebenernya siapa saja sih yang harus mempunyai NPWP ini? Saya mencoba untuk menemukan jawabannya lewat Om google dan ternyata disini bisa dilihat secara lebih jelas.

Ada yang dinamakan PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak)yang saat ini sebesar Rp. 12.000.000,- yang artinya adalah jika penghasilan kita setahun tidak sampai 12juta berarti kita tidak diwajibkan untuk membayar pajak. Memang masih banyak komponen yang lain yang menentukan PTKP ini selain jumlah penghasilan kita untuk jelasnya silahkan meluncur saja di TKP ya.

Jadi sebenarnya sekarang ini sudah gak jamannya gak bayar pajak ya?

Ya mbuh… lha wong saya yang buruh pabrik roti saja dikirimi NPWP apalagi saudara…

Rumahku "Mewah"

November 14th, 2007 | 14 Comments | Posted in Perjalanan


INI rumah saya yang bener-bener mewah (mepet sawah). Yang kesasar di Malang silahkan mampir. Kalau kesulitan mencari rumah saya silahkan buka wikimapia.org dan cari nama totok sugianto pasti nanti dibawah ke desa saya di Pakisaji Malang.

Terima kasih Om Google dan Wikimapia yang mengijinkan saya mengkapling rumah saya.