Browse >> Home > Perjalanan > Jalan Bebas Hambatan

| Subcribe via RSS

Jalan Bebas Hambatan

November 11th, 2007 Posted in Perjalanan
HARI-HARI belakangan ini pengguna jalan di Jakarta dipusingkan dengan semakin maraknya kemacetan dimana-mana. Tidak ada hari tanpa macet begitu kira-kira keluh para pengguna jalan. Usut punya usut ternyata eh ternyata kemacetan ini banyak disumbang oleh proyek busway yang sedang dikebut. Banyak pro dan kontra dengan adanya proyek ini, yang kontra bilang proyek ini biang keladi semakin ruwetnya lalu-lintas di ibukota sehingga semakin menimbulkan kemacetan yang semakin hebat. Sedangkan yang pro mengatakan bahwa kedepan jakarta harus mempunyai solusi moda transportasi masal yang dapat mengurai kemacetan, dan busway ini adalah salah satu solusinya. Kita memang hanya diminta bersabar saja sembari menunggu rampungnya proyek ini.
Kita tinggalkan sejenak keruwetan ibukota ini. Jumat kemarin (10/11) selepas kerja kami rombongan buruh ini melancong ke kota Bandung untuk sejenak melepas kepenatan dan idip-idip cuci mata begitu kira-kira judul acara refreshing kita. Kita sengaja mengambil rute melewati tol Cipularang (Cikampek-Purwakarta-Padalarang) dan fantastis tidak sampai dua jam kami sudah sampai di kota Bandung. Sepanjang perjalanan tidak henti-hentinya kami takjup dan terkesima dengan pemandangan yang disuguhkan oleh jalan tol sepanjang 41 Km ini. Bagaimana tidak heran kita yang hanya buruh ini kan jarang jalan-jalan jadi hanya mendengar saja cerita-cerita tentang jalan tol yang diresmikan pada 12 Juli 2005 dua tahun silam. Sepanjang kiri dan kanan kita disuguhi hamparan bukit dan lembah yang seakan-akan dibelah oleh jalan tol yang kita lewati. Terkadang saya bisa menyaksikan pemandangan jembatan kereta api yang tingginya mungkin sama dengan tower pemancar cellular atau bahkan lebih. Saya membayangkan bagaimana susahnya jalan ini dulu dibuat dan betapa banyaknya orang (baca: pekerja) yang terlibat didalamnya apalagi anggaran yang disedot oleh proyek ini pasti buanyuak (saking banyaknya).

Dampak dari pembangunan jalan tol ini memang beragam. Pada awalnya banyak pemilik warung dan restoran di sepanjang jalan alternatif Jakarta Badung ini mengeluh karena omset mereka turun drastis bahkan sampai ada yang gulung tikar karena banyak pengguna jalan yang dulu mampir di warung atau restorannya beralih lewat jalan tol sehingga tidak ada lagi yang menyambangi warungnya. Disisi lain faktor ekonomi yang lain akan terangkat ini ditandai semakin menjamurnya FO (Factory Outlet) di kota Bandung karena orang Jakarta banyak yang menghamburkan uang dengan belanja aneka baju dan pernak-pernik khas Bandung. Wisata kuliner juga semakin tumbuh bak jamur dimusim hujan. Ini semua berkat sumbangan dari arus transportasi yang semakin nyaman dan singkat untuk ditempuh. Lalu lintas barang dan jasa tentu saja juga ikut melejit seiring dengan baiknya sarana transportasi ini.

Cerita diatas sangatlah ironis dengan pengalaman salah satu teman yang setiap tahun pulang ke Palembang. Jangankan jalan tol bebas hambatan, jalan raya lintas Sumatera (Jalinsum) yang nota bene adalah jalan negara saja kondisinya sangat jauh dari rasa nyaman. Kalau sudah begitu bagaimana perekonomian bisa maju atau minimal bisa sejajar dengan pulau Jawa kalau sarana transportasi daratnya saja masih jelek. Ujung-ujungnya pasti adalah arus urbanisasi dari daerah semakin meningkat. Jadi jangan salahkan kami kalau kami berbondong-bondong mengadu nasib di Jakarta hanya untuk menghidupi anak istri kami di kampung. Atau janganlah mengusir kami secara tidak manusiawi lewat operasi yustisimu. Kalau sudah dengan acara usir mengusir secara paksa begitu apa bedanya dengan negara tetangga yang mengerahkan pasukan RELAnya untuk mensweping WNI dengan dalih pendatang ilegal. Halah kok malah curhat ya…

Semoga pembangunan jalan-jalan bebas hambatan di Pulau Jawa juga diikuti dengan pembangunan infrastruktur jalan di daerah-daerah yang lain supaya laju perekonomian daerah juga tidak semakin tertinggal dengan pulau Jawa.

RSS feed | Trackback URI

35 Comments »

Comment by kenny INDONESIA

kayaknya susah jg ngindari macet meski ada proyek busway, hrsnya mulai dipikirkan trem.

 
Comment by CempLuk INDONESIA

untung saya di surabaya..hehehe..jarang macet.piece !!!

 
Comment by Totok Sugianto INDONESIA

@kenny: lha dulu sekali kan sudah ada trem.. entah kenapa kok malah dihapuskan ya.. sekarang malah ada penggalian situs “kota tua” dimana jejak trem itu masih ada disana

@cempluk: lha surabaya juga rawan menjadi kota macet kedua setelah jakarta kalau tidak dari sekarang direncanakan alternatif transportasi masal

 
Comment by rd Limosin INDONESIA

aih, jalinsum. Sering lewat kalo mo ke Jakarta. Cuma sekarang mending pake pesawat yah kalo k jkt

 
Comment by Totok Sugianto INDONESIA

@rd limosin: alternatif terbaik saat ini ya pesawat :D

 
Comment by Paman Tyo INDONESIA

Telecommuting. Cara untuk lancar jaya, asal jaringannya bagus. Selama kita butuh mobilitas, ya jalanan nggak memuaskan. :D

 
Comment by finkz INDONESIA

harusnya dibiasakan menghemat uang, dan rajin sodaqoh, lebih rajin di rumah, dan keluar cuma buat hal-hal yg penting aja.. hehehe :p

 
Comment by aLe INDONESIA

Macet itu bs meningkatkan keimanan,
karena macet kita jadi ‘berusaha’ sabar, dan klo gak salah sabar adalah sebagian dari… *plak* (blm slesei ngomong ud silempar sendal, ‘ngomong apa sih lu Le’) ^^v

 
Comment by aprikot INDONESIA

enaknya tinggal di desa, bebas macet :D

 
Comment by Totok Sugianto INDONESIA

@Paman Tyo: Kalo semua telecommuting jalanan pada sepi kali ya.. :D lama2 ketemu pacar cukup pake telecommuting aja

@finkz: nah ini keluar rumah buat kerja tiap hari jeh.. ntar malah dapat SP kalo rajin di rumah :D

@aLe: sabaaaarrr….

@aprikot: lha kalo tinggal didesa tetapi kerja di kota gimana non :)

 
Comment by Anang INDONESIA

enakan di trenggalek… sejuk nyaman bebas macet hahahaha

 
Comment by LifeByYourHand INDONESIA

busway ternyata bukan sulusi juga yach tuk mengantisipasi kemacetan di ibukota ?? kasian jakarta ?!!

 
Comment by ario dipoyono INDONESIA

yah… klo yang punya mobil proyek busway itu biang kerok, tapi yang rakyat miskin kaya awak ini proyek busway adalah transportasi yang nyaman impian masa depan

 
Comment by Totok Sugianto INDONESIA

@anang: yo wis balio kono nang trenggalek nang :D

@koz: masih banyak yg gantung nih.. waterway, monorail dll tgu anggaran cair

@ario dipoyong: kalau proyek sudah jadi mudah2an agak berkurang kemacetannya.. masalahnya sekarang karena proyeknya masih berlangsung belum kelar

 
Comment by zam INDONESIA

saya setuju, cak dengan pendapat ente..

urbanisasi terjadi karena pembangunan hanya tersentral di jakarta dan daerah di jawa bagian barat saja

:D

 
Comment by andri INDONESIA

busway itu adalah proyek setengah-setengah. gak semua orang berpindah ke busway plus bikin tambah macet
*mantanpenumpangbuswayyangbaliklagibawamobilpribadi*

 
Comment by Totok Sugianto INDONESIA

@zam: kalau jalanan dikampung bisa mulus bisa2 gak ada sawah lagi yang banyak malah perumahan bagaimana Zam?

@andri: kalau semua koridor sudah terlayani dan frekuensi di tambah mungkin balik pake busway lagi ya :D

 
Comment by Yolla Elwyn INDONESIA

kapan ya jalan didesaku bisa jd bener2 jalan..he

 
Comment by - Nilla - INDONESIA

Waaaahhh… saya kalo ditanya soal busway, bisa pro, bisa kontra! :D
Bukan karena saya ga berpendirian loh, ya… :P
Saya pro busway karena saya adalah penggguna setia busway! :)
Ga kebayang berangkat KP (Kerja Praktek) kalo ga naik busway! :(
Kontra-nya… hihihi… idem ama org2 yg mengeluhkan proyek busway! :P

 
Comment by Ani INDONESIA

Jadi macetnya bukan karena si Komo leat ya mas ? :-)

 
Comment by Totok Sugianto INDONESIA

@yolla elwyn: kalau masih didesa mungkin nunggunya lama kali mbak..

@Nilla: sebenernya membantu juga kok kalau semua orang naik busway mobilnya ditinggal dirumah saja :D

@ani: macetnya karena sedang ada pembangunan jalan khusus untuk busway

 
Comment by ichaAwe INDONESIA

itu proyek buswaynya selese kapan sih???? banyak banget postingan2 yg sebel gara2 proyek busway yg bikin macet total…
sabar…sabar…itulah resikonya tinggal dijakarta

 
Comment by -Fitri Mohan- INDONESIA

saya pelaku jalanan lintas sumatra mas di jaman dulu kala. kalo pulang pake mobil, benar2 dag dig dug. pake acara dorong2 mobil atau keluar dari mobil karena jembatannya mencurigakan (terlihat seperti seolah2 bisa jatuh saking kelihatan rapuhnya).

 
Comment by Vie INDONESIA

Kalo sekrg macetnya dikarenakan proyek busway, jadi macet yg dulu-dulu itu dikarenakan apa ya mas.

 
Comment by [ew] INDONESIA

Memang pembangunan di Indonesia tidak merata. Saya sendiri baru nyadar kalau ada orang yang berada di luar pulau jawa cerita bagaimana kondisi mereka disana. Bagaimana listrik yang selalu mati tiap hari, dsb.

Di TV juga terkadang ada berita soal Jalinsum. Dan memang beritanya jauh dari nyaman dibanding jalan raya yang ada di Jawa.

Intinya, Jawa is the best jadi ngga heran orang pada berbondong-bondong ke pulau Jawa, khususnya Jakarta.

Akhirnya imbas dengan arus lintas yang macet karena kapasitas jalan tidak sepadan dengan jumlah orang yang menggunakan kendaraannya sendiri-sendiri.

Coba kalau mereka menggunakan angkutan umum maka kemacetan jalan mungkin bisa dikurangi. Masalahnya, angkutan umumnya sudah tidak layak dinaekin, tidak nyaman, dsb.

Ya emang ruwet kayak benang kusut udah amburadul namun semuanya sama-sama tidak mau ngalah tetap tarik-tarikan. Alhasil benang yang ruwet tadi tambah ruwet.

 
Comment by escoret INDONESIA

jadi,situ yakin mau NYALON gubernur..???

tak dukung om..!!!

 
Comment by iks INDONESIA

kalau mnurut aku sih, biar ga macet mbok yah jangan pake kendaraan sendiri, setidaknya satu kendaraan itu penuh terisi. Soalnya sampe saat ini kalau berangkat gawe masih aja terlihat orang yg make mobil cuma diisi satu orang doang. Duh gimana ga nambah macet ajah. Okelah, bis dan angkot saat ini memang ga layak, tapi mestinya orang2 yg bawa mobil sendiri ikutan mikir, toh mobil yg dia bawa juga nyumbang kemacetan. Kenapa sih ga saling tebeng menebeng dengan rekan sekompleks.

Kalau kita trus nyalahin angkot, bis yg jelek, dan tetap make mobil sendiri, yah apa yang sudah kita lakukan?? Bisanya cuma ngeluh aja macet-macet, padahal dirinya sendiri nyumbang macet huhu..

*yang sebel liat pas lagi macet, mobil sebelah cuma berpenumpang satu orang*

eh salam kenal mas totoks :D

 
Comment by Amsterdam today INDONESIA

Apakah di Indonesia memakai navigasi system juga-kah…?? *penasaran

 
Comment by Toga INDONESIA

Pindahkan ibu kota negara. Atau paling tidak, sebar itu kantor departemen, MA, Mabes Polri, Mabes TNI ke daerah-daerah.
Stop/larang pembangunan mall, plaza, dan pusat belanja skala besar di Jkt, biar modal menyebar ke daerah.
Kalo pemerintah emg niat, ngga ada masalah yang ngga bisa diatasi, apalagi kalau “cuma” kemacetan.

 
Comment by Ely Meyer INDONESIA

pasti ada buanyak sekali hal2 dan pihak2 yang menyebabkan jalan itu macet.

 
Comment by Totok Sugianto INDONESIA

@ichaAwe: janjinya sih sampai akhir bulan ini koridor yg lewat Pondok Indah selesai

@fitri mohan: coba kalau mulus arus ekonomi pasti lancar

@Vie: kalau dulu macet sekarang super macet :D

@[ew]: ruwet.com

 
Comment by Totok Sugianto INDONESIA

@escoret: nyalon lurah dulu aja belom balik modal :P

@iks: maunya sih gitu.. ayo yg punya mobil jangan dibawah kerja ya :D

@amsterdam_today: kalau yg dimaksud traffic control saya lihat ada tuh di polda.. tapi implementasinya masih kek gini

@toga: yg bagus bukannya kantor departemen dikumpulkan saja dalam satu daerah (kompleks) jadi urusan dgn pemerintah bisa selesai dlm satu hari dan irit biaya transportasi

 
Comment by Stephanie Zen INDONESIA

waduh, saya yg di surabaya aja stres kalo kena macet dsini, gimana kalo saya pindah ke jkt? x’( yah… emang hrs sabaaarrrr…

 
Comment by venus INDONESIA

macet? saya gak kenal macet. lha tiap hari di rumah kok :D

 
Comment by Totok Sugianto INDONESIA

@stephanie zen: kalau sekarang ini mending tunda dulu deh perjalanan ke jkt :p

@venus: bener2 gak ada hambatan ya :D

 
Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
Website

Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post