Tanda Bintang (*) Yang Bikin Pening
Jadi, tanda bintang(*) yang ini biasanya dimanfaatkan untuk menerangkan masa berlaku promosi atau yang paling sering berisi syarat dan ketentuan yang berlaku. Sering kali tanda bintang(*) ini dimanfaatkan oleh operator untuk memuluskan promo barunya yang seakan-akan lebih hebat dari produk manapun. Dari yang mengaku tarifnya paling murah sampai yang mengobral SMS gratis. Kalau sudah begini jadi siapa yang pantas disebut “nakal” ya?
Kita sebagai konsumen seharusnya diuntungkan dengan persaingan yang menjurus ke persaingan yang tidak sehat ini. Akan tetapi dari sisi perusahaan juga tidak mau merugi, karena sehebat apapun promosinya selalu ada hitung-hitungannya.
Nah, ngomongin tentang tanda bintang(*) ini pastinya tidak akan ada habisnya. Peran pemerintah sebagai regulator tetap diperlukan untuk mengontrol jalannya layanan ini agar konsumen tetap mendapatkan haknya. Sementara konsumen juga diminta tetap bijaksana dalam menentukan pilihannya. Kalau semua berjalan dengan benar maka cepat atau lambat Operator yang suka “membohongi” pasti akan ditinggalkan konsumennya.
Bukannya Bohong itu Dosa?






ah biasa mas…itu namanya politik marketing …. dimana2 pasti gitu deh…gak di indonesia aja kok
@ichaawe: kasihan juga yg gak ngerti.. padahal itu cuman bahasa marketing doank ya…
orang marketing mang kayak gitu ya, padahal kita bisa ya, jadi orang jujur kayak nabi.
Ngakal-ngakali konsumen. Dan mau ga mau, konsumenya harus jeli n cerdas.
@MOMMO: memang rada2 susah membedakan bahasa Nabi sama bahasa Marketing hehehe…
@Nico Wijaya: nah betul… musti kita akhirnya yg kudu berhati-hati dan ekstra jeli
lhaa.. kan syarat dan ketentuan berlakuu..
hihi..
iya… tapi kan kecil banget tulisannya… kesannya menyembunyikan sesuatu.. sebaiknya gak usah ada tanda bintang segala hihihi
bener…….. itu namanya marketing strategy Mas. karena semua operator telekomunikasi buat strategy kek gitu, flexi malah buat jargon iklan.
BUKAN JEBAKAN!!!!!!!!!!!!!!! heee
@tra: semua memang begitu.. saling perang strategi.. tapi jangan mengorbankan konsumen sampai merasa tertipu
Your view on Bintang
Yang Bikin Pening - Totok Sugianto no doubt is fabulous material for your visitors to take delight in. Thank you for this groovy information!
Ya bener kan, klo embel-embel iklan kayak gini tuh emg udah dari dulu dan emg wajar di dunia marketing. Mestinya kita sebagai konsumen jadi belajar lebih berhati-hati dalam memilih dan menangkap arti sebuah iklan. Cuma sayangnya kita sebagai konsumen cenderung terjebak oleh iklan klo sudah gitu teriak-teriak ngga karuan merasa tertipu.
Klo dari dulu sudah ada tapi masih saja ada yang tertipu yang salah itu siapa ? bukan soal “nakal, “bohong”, “penipu” dsb.