SETELAH sekian lama terabaikan bahkan nyaris tak terurus kemarin pemerintah kita mulai mendata seluruh aset budaya kita. Dari mulai lagu rakyat, batik tradisional sampai alat musik tradisional dari seluruh daerah. Setelah semua dapat teridentifikasi pemerintah berencana mendaftarkan dan mematenkannya agar tidak mudah diklaim oleh negara lain.
Untuk batik kita sudah keduluan oleh Malaysia yang dengan cepat mematenkannya. Bahkan ada kabar bahwa saat ini alat musik angklung tradisional jawa barat akan dipatenkan juga oleh Malaysia sebagai bagian dari budaya mereka. Lalu apalagi yang kita punya kalau semua mulai dipatenkan oleh negara lain.
Lagu lagu rakyat juga sudah harus segara diidentifikasi. Disinilah peran serta pemerintah daerah beserta jajarannya untuk mengumpulkan dan mendata lagi semua aset budayanya. Lagu-lagu daerah yang tidak diketahui penciptanya, alat musik tradisionalnya bahkan sampai pakaian tradisionalnya jika perlu. Jangan sampai blangkon yang dari Jawa nanti dipatenkan oleh negara Suriname atau Lagu Genjer-genjer dari Banyuwangi dipatenkan oleh Burma meskipun diganti syairnya seperti lagu Rasa Sayange yang diklaim Malaysia.
Saya terusik ingin segera mematenkan lagu rakyat genjer-genjer ini karena lagu ini nyaris dibuang oleh pemerintah jaman Soeharto dulu karena dinilai identik dengan PKI. Lagu ini hampir tidak pernah dinyanyikan lagi semenjak peristiwa pemberontakan G30S/PKI. Sekarang semestinya lagu ini boleh dinyanyikan lagi. Coba simak seperti apa sih lagunya barangkali anda sudah melupakannya.
Oh ya saya mengusulkan gimana kalau untuk dress code acara Pesta Blogger 2007 besok kita memakai batik dan untuk wanitanya bisa memakai kebaya. Kan momentnya juga hampir berbarengan dengan peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober. Sekalian kita deklarasikan Batik dan Kebaya sebagai pakaian tradisional asli Blogger Indonesia. Jadi gimana adakah yang setuju dengan usulan saya?
This entry was posted
on Friday, October 26th, 2007 at 5:41 pm and is filed under Anekaria.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.
gitu dong… emang indonesia harus peduli dikit ama budaya sendiri … aset2 dijaga …jgn mpe kecolongan lagi … soal usul dresscode tuh bagus juga mas… tp gak nagruh…saya gak bisa dateng
eh eh nambah mas, ukiran jepara dan bali itu juga hrus segea dipatenkan, soalmya udah ada kasus, hasil karya pengrajin ukiran jepara di hak patenkan sama pihak asing *sedih*
Tadinya saya pikir ini tuh bukan masalah gede yang patut untuk diperbesarkan.. tapi kalo dipikir2 lagi memang masalah budaya tuh juga menyangkut kehormatan bangsa, ya..?
Oi, achei seu blog pelo google está bem interessante gostei desse post. Gostaria de falar sobre o CresceNet. O CresceNet é um provedor de internet discada que remunera seus usuários pelo tempo conectado. Exatamente isso que você leu, estão pagando para você conectar. O provedor paga 20 centavos por hora de conexão discada com ligação local para mais de 2100 cidades do Brasil. O CresceNet tem um acelerador de conexão, que deixa sua conexão até 10 vezes mais rápida. Quem utiliza banda larga pode lucrar também, basta se cadastrar no CresceNet e quando for dormir conectar por discada, é possível pagar a ADSL só com o dinheiro da discada. Nos horários de minuto único o gasto com telefone é mínimo e a remuneração do CresceNet generosa. Se você quiser linkar o Cresce.Net(www.provedorcrescenet.com) no seu blog eu ficaria agradecido, até mais e sucesso. (If he will be possible add the CresceNet(www.provedorcrescenet.com) in your blogroll I thankful, bye friend).
gitu dong… emang indonesia harus peduli dikit ama budaya sendiri … aset2 dijaga …jgn mpe kecolongan lagi …
soal usul dresscode tuh bagus juga mas… tp gak nagruh…saya gak bisa dateng
Belum terlambat buat Indonesia untuk mematenkan segala yang perlu dipatenkan yg berkenaan dgn budaya asli kita.
Jangan sampe kemalingan lagi.
Jangan lupa mas, liputan Pesta Blogger-nya ya.
eh eh nambah mas, ukiran jepara dan bali itu juga hrus segea dipatenkan, soalmya udah ada kasus, hasil karya pengrajin ukiran jepara di hak patenkan sama pihak asing *sedih*
Tadinya saya pikir ini tuh bukan masalah gede yang patut untuk diperbesarkan..
tapi kalo dipikir2 lagi memang masalah budaya tuh juga menyangkut kehormatan bangsa, ya..?
yah, smoga aja cepet dame2 aja deh
Oi, achei seu blog pelo google está bem interessante gostei desse post. Gostaria de falar sobre o CresceNet. O CresceNet é um provedor de internet discada que remunera seus usuários pelo tempo conectado. Exatamente isso que você leu, estão pagando para você conectar. O provedor paga 20 centavos por hora de conexão discada com ligação local para mais de 2100 cidades do Brasil. O CresceNet tem um acelerador de conexão, que deixa sua conexão até 10 vezes mais rápida. Quem utiliza banda larga pode lucrar também, basta se cadastrar no CresceNet e quando for dormir conectar por discada, é possível pagar a ADSL só com o dinheiro da discada. Nos horários de minuto único o gasto com telefone é mínimo e a remuneração do CresceNet generosa. Se você quiser linkar o Cresce.Net(www.provedorcrescenet.com) no seu blog eu ficaria agradecido, até mais e sucesso. (If he will be possible add the CresceNet(www.provedorcrescenet.com) in your blogroll I thankful, bye friend).
@ichaAwe: saya gak jadi pake Batik kesannya soalnya jadi resmi hehehe…
@Vie: Pasti saya sampaikan hasil liputannya
@aprikot: Indonesia kaya akan budaya jadi musti kudu dijaga
@Nona Nieke: salam damai
Hqhqhq… lucu jg kali ya kalo blogger2 nya pd pake kebaya ama batik!
sama, tetep ga ngaruh buat saya!
soalnya ga bisa ikutan… xP
Lha kalo nonton bioskop mestinya ke Blitz Megaplex.. pasti ketemu sama kita-kita
Setujuuuuuuuuuuuu
*eh uda lewat yah pestanya*
@aLe: akurrr…
mantap mas..,cintailah Indonesia..
@Koz: Ya iya lha mas
bagus ne infonya gan.. info lainnya juga oke2 ne gan.. mantap..