Browse >> Home > Archive: September 2007

| Subcribe via RSS

Antara Malang dan Jakarta

September 18th, 2007 | 2 Comments | Posted in Keluarga

MEMANG berat juga kalau dirasakan, tetapi mau bagaimana lagi. Dunia musti berputar suatu saat pasti akan tiba saatnya aku dan keluarga bisa segera berkumpul. Antara Malang dan Jakarta serasa dekat kok kalau kita bisa tetap menjaga komunikasi dengan lancar.

Hubungan jarak jauh ini musti disiasati dengan mencari sarana komunikasi yang murah dan pastinya tidak membuat kantong tambah “bolong”. Saat ini aku masih percayakan komunikasi SLJJ ini ke pada FREN, tahu kan produknya Mobile-8. Karena saat inilah satu satunya provider telekomunikasi yang bisa memberikan kita solusi komunikasi termurah untuk bicara 1 sampai 2 jam.

Yang membuat aku kecewa saat ini adalah service FREN tambah menurun saja. Kemungkinan terjadinya drop call sangat sering terjadi bahkan seringkali belum sampai 2 menit sudah drop call, padahal signal bagus dan cuaca gak ada masalah. Apakah ini masalah overload network ataukah kelicikan provider yang memaksa menendang kita dari jaringannya karena telalu lama menduduki pita frekuensinya? Who know? Yang jelas semakin lama aku semakin bertambah kesal dengan ketidak lancaran komunikasi yang terjadi akhir-akhir ini.

Semoga ada solusi terbaik untuk menyiasati komunikasi kami, syukur-syukur ada provider lain yang mempunyai kebijakan tarif murah seperti FREN dengan jaminan minim call drop.

Berapa lama Kita dikubur?

September 17th, 2007 | 2 Comments | Posted in Renungan

AWAN sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet.

Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ayahnya.

Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke
kanan & kemudian duduk Di atas seonggok nisan “Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1915 : 20- 01-1965″

“Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo’a untuk nenekmu” Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo’a untuk Neneknya…

“Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah.” Ayahnya mengangguk sembari tersenyum, sembari memandang pusara Ibu-nya.

“Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya Yah…” Kata Yani berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. “Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 42 tahun … “

Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana . Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut “Muhammad Zaini: 19-02-1882 : 30-01-1910″

“Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah”, jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya. “Memangnya kenapa ndhuk ?” kata sang ayah menatap teduh mata anaknya. “Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka” kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. “Iya kan yah?”

Ayahnya tersenyum, “Lalu?”
“Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek senang dikubur …. Ya nggak yah?” mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.

Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas ….. “Iya nak, kamu pintar,” kata ayahnya pendek.

Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Di atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya… 42 tahun hingga sekarang… kalau kiamat datang 100 tahun lagi…142 tahun disiksa .. atau bahagia dikubur …. Lalu Ia menunduk … Meneteskan air mata…

Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya …lalu kiamat masih 1000 tahun
lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun? Innalillaahi WA inna ilaihi rooji’un …. Air matanya semakin banyak menetes, sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah lagi? Tahankah? padahal melihat adegan preman dipukuli massa ditelevisi kemarin ia sudah tak tahan?

Ya Allah… Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya naik turun tak teratur…. air matanya semakin membanjiri jenggotnya.

Allahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang Kali di bacanya DOA itu hingga suaranya serak … Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yani.

Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan Bambu. Di betulkannya selimutnya. Yani terus tertidur…. tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah kehidupan… Dan apa yang akan datang di depannya…

“Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku…”

Sebarkan tulisan ini ke saudara-saudara Kita, mudah-mudahan bermanfaat.. .

“Sebarkanlah walau hanya 1 ayat”

Gambar diambil disini

Selamat Datang ke Dunia…. Bidadari Kecilku

September 11th, 2007 | 10 Comments | Posted in Keluarga

TEGANG… itu yang kurasakan pada hari selasa 28 Agustus 2007 saat istriku harus masuk rumah sakit karena terjadinya gangguan kehamilan. Memang sebenarnya gangguan ini sudah terdeteksi sebelumnya dan sudah diberikan obat-obatan agar kehamilan bisa normal kembali tanpa gangguan. Ternyata pada saat kontrol berikutnya tanggal 27 Agustus 2007 di RST. Soepraoen Malang gangguan kehamilan yang biasa dikenal dengan pre-eclampsia ini belum juga menunjukkan tanda-tanda normal, malahan cenderung semakin meningkat.

Sekedar sahabat ketahui pre-eclampsia adalah gangguan kehamilan yang biasanya terjadi pada saat usia kehamilan memasuki 20 minggu atau separuh masa kehamilan. Pre-eclampsia ditandai dengan adanya tensi darah yang tinggi yang tidak seperti wajarnya, kemudian ciri yang lain terjadinya pembengkakan di sekujur tubuh biasanya yang paling kelihatan adalah terjadi pembengkakan di kaki yang tidak wajar, kemudian ciri terakhir bisa melalui cek urine jika terdapat protein di urine maka sudah dipastikan bahwa terjadi kelainan kehamilan atau pre-eclampsia. Resiko gangguan ini jika tidak segera diobati maka bisa menyebabkan kejang-kejang pada si Ibu atau si bayi pada saat persalinan.

Kembali lagi ke masalah istri saya yang harus Opname di rumah sakit karena gangguan kehamilan ini. Pada hari rabu tanggal 29 Agustus 2007 setelah perawatan sehari di rumah sakit kami dikejutkan dengan berita bahwa istri saya musti operasi caesar karena dikawatirkan si janin merasa stress karena kondisi ibunya yang tidak kunjung sembuh, itu ditandai dengan sering terjadinya kontraksi yang menurut dokter memang sudah harus dilakukan caesar secepatnya karena usia kandungan siibu dirasa sudah cukup.

Tanggal 29 Agustus 2007 jam 9.30 WIB istriku sudah bersiap untuk operasi setelah puasa tidak makan mulai jam 10 malam sehari sebelumnya. Aku masih sempat mendampinginya sampai pintu kamar operasi karena memang kita tidak diperbolehkan mendampingi di dalam kamar operasi. Jadilah aku menunggu dengan cemas diluar kamar operasi sambil terus memanjatkan doa agar operasi berjalan lancar tanpa kendala dan berharap istri dan bayiku dilahirkan dengan selamat. Jam 10.05 WIB sayup sayup kudengar suara tangis bayi dari dalam ruang operasi, kupanjatkan syukur karena bayiku telah lahir. Lima menit kemudian bayiku sudah keluar dari ruang operasi digendong oleh seorang perawat dan mengatakan kalau bayiku lahir dengan selamat dan berjenis kelamin perempuan. Sekali lagi kuucapkan Alhamdulillah hirobbilalamin. Bidadari kecilku lahir dengan berat 3.150 Kg dengan panjang 50 cm. Sesaat kemudian istriku juga keluar dengan selamat dari ruang operasi, kupanjatkan syukur lagi karena akhirnya istri dan anakku selamat.