Ke Malang? Naik aja Gajayana
KALAU anda merencanakan perjalanan ke Kota Malang memang banyak alternatif moda transportasi. Kalau anda memilih alternatif jalan darat anda bisa mencoba naik kereta api atau naik bus malam. Moda tranportasi udarapun saat ini sudah menjangkau kota Malang. Memang tidak seperti kota besar Surabaya di Jawa Timur yang alternatif pilihan maskapai penerbangannya banyak, di Kota Malang saat ini hanya dilayani oleh dua maskapai penerbangan saja yaitu Sriwijaya Air dan Mandala Air.
Dari beberapa moda tranportasi tersebut yang paling difavoritkan saat ini adalah kereta api. Moda tranportasi masal ini selain ongkosnya terjangkau juga waktu tempuhnya juga relatif terjaga. Kenapa di favoritkan? Karena saat ini jalan darat dari Surabaya ke Malang nyaris lumpuh akibat meluapnya lumpur Lapindo di Sidoarjo yang memutuskan jalan tol Surabaya - Gempol dan memutuskan sebagian jalan alternatif di ruas Porong. Sehingga saat ini kereta apilah yang menjadi harapan pengguna transportasi.
Ke Malang? Naik aja Gajayana. Gajayana adalah kereta kelas eksekutif yang melayani rute Jakarta - Malang. Selain Gajayana memang ada juga satu lagi kereta api ekonomi yang melayani rute ini yaitu Matarmaja. Meskipun melayani rute yang sama tetapi masing-masing mempunyai pangsa pasar yang berbeda.
Dalam perjalanan dari Jakarta ke Malang saya lebih memilih menggunakan KA Gajayana karena selain lebih nyaman dan lebih cepat dibandingkan Bus Malam juga lebih terjangkau dibandingkan dengan pesawat terbang. Untuk hari-hari biasa tiket yang dikenakan per orang adalah Rp. 220.000,- dan untuk hari-hari besar atau musim liburan biasanya harga tiket akan disesuaikan menjadi Rp. 250.000,-. Untuk melihat lebih detail harga tiket silahkan langsung ke http://ticketing.kereta-api.com/
Kereta Api Gajayana diberangkatkan dari Stasiun Jakarta Kota tepat jam 17.15 menuju stasiun Gambir, karena dari stasiun Gambir inilah mayoritas penumpang kereta api kelas Eksekutif diberangkatkan. Tepatnya jam 17.32 kereta diberangkatkan dari stasiun Gambir. Kereta akan berhenti di Stasiun Purwokerto, Jogja, Solo, Madiun, Kediri, Tulungagung, Blitar dan terakhir adalah pemberhentian terakhir di Stasiun Malang.
Meskipun pemberitaan kereta api akhir-akhir ini selalu buruk tetapi tidak akan pernah menyurutkan keinginan saya untuk selalu menggunakan jasa kereta api ini. Memang dampak dari seringnya kecelakaan kereta api menyebabkan waktu perjalanan jadi bertambah panjang karena masinis akan lebih berhati-hati dan mengurangi kecepatan jika melewati bantalan rel yang tidak stabil.
Saya sebagai pengguna KA Gajayana ini hanya berharap semoga mutu dan pelayanan kereta api semakin ditingkatkan. Dan jangan sampai lupa melakukan perawatan berkala terhadap sarana yang telah ada. Semoga Kereta Api Indonesia semakin dicintai oleh masyarakat dan dapat cepat berbenah diri dengan Teknologi Operasional Pelayanan Prima.






huhuhu.. Gajayana berangkatnya telat, tapi tibanya tepat waktu!
iya, untuk ukuran kereta eksekutif, Gajayana termasuk yang “ngebut”..
zam’s last blog post..Jeng-Jeng Bromo